Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan

Rabu, 16 Juli 2014

Paragraf Tentang PPA (BPP-PPA)



Siapa bilang cari info Beasiswa di UNSRI susah ?
Cari info beasiswa di UNSRI nggak sesusah yang dibayangkan, buktinya UNSRI punya program Beasiswa seperti : Beasiswa Peningkatan Prestasi Akademik (Beasiswa PPA), Bantuan Biaya Pendidikan Peningkatan Prestasi Akademik (BPP-PPA), akan disalurkan kepada mahasiswa dalam lingkungan Universitas Sriwijaya.
Sudah tau infonya, lalu timbul pertanyaan baru, cara daftarnya gimana yah, mari simak Persyaratan untuk Daftar Beasiswanya. Seluruh mahasiswa dapat mengajukan permohonan Beasiswa PPA, BPP-PPA atau beasiswa lainnya dengan ketentuan:
1.    Mahasiswa tersebut aktif kuliah di Universitas Sriwijaya;
2.    Program S1: paling rendah duduk pada semester II dan paling tinggi duduk pada semester VIII;
Program Diploma: paling rendah duduk pada semester II dan paling tinggi semester VI;
3.    Mahasiswa pengusul beasiswa adalah mahasiswa yang ber-akhlak mulia;
4.    Mahasiswa pengusul beasiswa adalah mahasiswa yang bukan perokok;
5.Wajib Mengisi formulir on-line di web Kemahasiswaan: website www.kemahasiswaan.unsri.ac.id  , baca ketentuan isi formulirnya kemudian  di print out sebanyak 2 lembar;
6. Berkas diserahkan ke Bagian Kemahasiswaan BAAK Unsri dengan melampirkan persyaratan sebagai berikut:
a.    Mengajukan permohonan tertulis kepada Rektor c/q Pembantu Rektor III.
b.    Melampirkan print out pendaftaran on-line.
c.    Fotokopi Kartu Pengenal Mahasiswa (KPM).

Info Beasiswa !!!!

Readers, uang kuliah yang makin hari makin mahal, biaya hidup yang makin meninggi semakin membuat kita pusing, oleh karena itu kita harus pintar-pintar mencari sumber pemasukan, salah satunya adalah beasiswa. Berikut Bihagro punya daftar beasiswa yang bisa kamu kejar selama di kampus:

1. Bidik Misi
Bidik Misi adalah beasiswa yang bertujuan Menghidupkan harapan bagi masyarakat tidak mampu dan mempunyai potensi akademik baik untuk dapat menempuh pendidikan sampai ke jenjang pendidikan tinggi; Info beasiswa ini dapat diakses di laman http://bidikmisi.dikti.go.id

2. Beasiswa PPA & BBM
Beasiswa Peningkatan Prestasi Akademik (PPA) dan Beasiswa Bantuan Belajar Mahasiswa (BBM) diberikan bagi mahasiswa yang memiliki prestasi akademik dan duduk di semester II hingga VI, beasiswa ini berjumlah Rp350.000/bulan, diberikan selama satu semester. Info beasiswa ini dapat diakses di laman http://kemahasiswaan.unsri.ac.id

3. Beasiswa Sobat Bumi Pertamina Foundation
Beasiswa yang diberikan oleh Pertamina Foundation, berjumlah Rp400.000,-/bulan dan diberikan dalam jangka waktu 1 semester. Tidak hanya beasiswa yang diberikan, namun juga pembekalan kepribadian, training, kegiatan sosial, dsb. Info beasiswa ini dapat diakses di laman http://beasiswa-sobatbumi.com

4.  Djarum Beasiswa Plus
Beasiswa yang diberikan oleh PT Djarum untuk mahasiswa semester IV dan memiliki presetasi akademik dan nonakademik dengan baik. Info beasiswa ini dapat diakses di laman http://djarumbeasiswaplus.org

Kamis, 20 Maret 2014

Lumut Tua "Dihidupkan" Lagi Setelah 1.500 Tahun "Mati" dan Beku

KOMPAS.com - Ilmuwan asal Inggris sukses menghidupkan kembali lumut di Antartika yang telah "mati" selama 1.500 tahun.

Sebelumnya, ilmuwan memang telah berhasil "menghidupkan" kembali bakteri berumur sama di Antartika. Namun, keberhasilan ini menandai kesuksesan pertama "menghidupkan" tumbuhan. Ilmuwan senang sekaligus terkejut dengan keberhasilan ini. Mereka memublikasikan kesuksesan studinya di jurnal Current Biology.

Tumpukan lumut tua menjadi keindahan wilayah Antartika, terbentuk sejak ribuan tahun lampau. Lumut itu bersemi saat musim panas.
Tumpukan lumut tertua berusia sekitar 5.000 tahun. Bagi ilmuwan, lumut itu berguna karena mampu menguak tabir misteri iklim di masa lampau.

Sebelumnya, ilmuwan pernah mencoba "menghidupkan" kembali lumut yang beku. Namun, mereka saat itu baru berhasil mengaktifkan lumut yang terjebak di es selama 20 tahun.

Kini, ilmuwan British Antartics Survey telah berhasil mengambil sampel lumut dari lapisan permafrost dan "menghidupkan" lagi.

10 Pesawat Amfibi dari Rusia Dikerahkan untuk Atasi Kebakaran Hutan

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono mengatakan, pemerintah masih berupaya memadamkan titik-titik api di Riau. Pada April mendatang, akan dilakukan upaya untuk mengantisipasi agar kebakaran hutan tak meluas dengan mendatangkan 10 unit pesawat amfibi untuk melakukan water bombing.

 
"Persiapan kami antara lain pada agenda April, Mei, dan Juni mendatang di mana musim kemarau harus diperhatikan. Kami menambah kekuatan armada termasuk water bombing dan menyewa pesawat amfibi ada 10 unit yang akan masuk dari Rusia," ujar Agung, seusai rapat terbatas dengan Presiden SBY, di Kantor Kepresidenan, Rabu (19/3/2014).

Agung mengungkapkan, pesawat amfibi dikerahkan mengingat wilayah rawan titik api yang tersebar di empat provinsi di Sumatera dan empat provinsi di Kalimantan.

Senin, 17 Maret 2014

Dari Kutub Selatan Muncul Jejak "Big Bang" dan Bukti Baru Teori Einstein

WASHINGTON, KOMPAS.com — Ilmuwan Amerika Serikat, Senin (17/3/2014), mengklaim untuk pertama kalinya mendeteksi getaran gelombang gravitasi setelah Big Bang, awal dari kelahiran semesta. Temuan ini pun disebut mengonfirmasi bagian terakhir teori relativitas umum Albert Eisntein.

Gelombang tersebut merupakan bukti dari ledakan yang kemudian tumbuh dengan cepat selama 14 miliar tahun terakhir sekaligus menjadi elemen yang ditunggu-tunggu untuk membuktikan bagian terakhir Einstein yang telah berusia hampir seabad tersebut.

"Ini adalah bukti langsung pertama tentang inflasi kosmik," ujar pernyataan pakar dari Pusat Astrofisika Harvard-Smithsonian. Temuan ini merupakan hasil dari pengukuran cahaya tertua di alam semesta yang proses penelitiannya mendapat bantuan dari sebuah teleskop yang berlokasi di Kutub Selatan.

Hasil dari penelitian ini disebut bakal menjadi kandidat kuat penerima Nobel Fisika berikutnya. Temuan tersebut berupa gelombang yang bergerak melalui ruang dan waktu, oleh para pakar disebut sebagai "getaran pertama dari Big Bang".
Deteksi gelombang ini mengonfirmasi koneksi integral antara teori relativitas umum Einstein dan konsep mekanika kuantum. "Mendeteksi sinyal ini adalah salah satu tujuan paling penting dalam kosmologi saat ini," kata John Kovac, koordinator pakar di lembaga riset astrofisika tersebut.

Minggu, 16 Maret 2014

Planet Merkurius Mengurus Sebesar 7 Kilometer !!!!

KOMPAS.com — Planet terkecil di Tata Surya, Merkurius, kini semakin kecil. Riset terbaru menunjukkan, Merkurius 7 km lebih kecil dari saat terbentuk 4,5 miliar tahun lalu.

Planet terdalam tersebut dalam perjalanan waktu terus mendingin sehingga permukaannya retak dan keriput, menyusut dan makin kecil.

Mengecilnya Merkurius sebenarnya sudah diketahui sejak pertengahan tahun 1970-an ketika ilmuwan meneliti planet itu dengan wahana Mariner 10.

Namun, data terbaru yang dihasilkan oleh wahana antariksa Messenger berhasil memberikan gambaran lebih tepat tentang penyusutan Merkurius.

Mariner 10 mengitari Merkurius dua kali, yakni pada 1974 dan 1975. Wahana itu memotret 45 persen permukaan Merkurius.